Sssttttt .............
Permisi .........
mau nulis lagi nieh .............
baca yah ..............
Semoga suka sama ceritanya ............
Salamnya ntar ja, ada dibawah ................
Nama saya Deby (cuma cerita, nama asliku tetep Rizki), saya adalah seorang Ibu yang memiliki satu anak, dan suami saya telah tidak dengan saya, kami bercerai 3 tahun yang lalu. Dan semenjak perceraian itu, hidup saya berubah, diawali dari hal ini.
Pagi itu rumah saya sudah ramai, saya dan suami saya bertengkar. Kami memang sudah biasa bertengkar, keluarga kami tidak pernah tenang. Setiap hari selalu saja ada masalah. Mungkin, memang dari awal, saat saya menikah dengan suami saya, tidak ada rasa cinta dihati, yah . Karena kami dijodohkan oleh masing - masing orang tua. Saya tidak dapat mengelak akan kemauan orang tua saya, orang tua saya mempunyai hutang dengan orang tua suami saya, tapi karena orang tua saya tidak dapat membayar hutang tersebut, maka saya dijadikan ganti atas hutang dari orang tua saya.
Dan anak pertama sekaligus satu-satunya lahir, kami mendidiknya sampai suatu ketika dia dewasa. Namanya Errica, dia tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Tapi masalah dalam keluarga saya semakin tak karuan, suami saya sering pulang pagi, dia menjadi pengangguran, dan saya sekarang membuka usaha sendiri yaitu Salon, untungnya saya mendapatkan modal dari Orang Tua suami saya.
Selama hampir 20 tahun saya sanggup menghadapi perlakuan suami saya, dan sampai pada akhirnya saya bercerai. Anak saya berontak, dia tidak terima, dia sangat menyayangi Ayahnya, walaupun Ayahnya tidak punya moral (maaf agak kasar, cz hruz dramatis nieh). Dan ternyata suami sayapun setuju bila kami bercerai, karena itu kemauan ayahnya, maka anak saya tidak dapat membantah.
Tapi, setelah Saya dan Suami saya bercerai, anak saya berubah. Dia mulai nakal, dia berpacaran dengan seorang anak berandalan, dan dia tidak menggubris larangan saya. Sampai pada akhirnya dia hamil dengan pacarnya itu, dan ternyata pacarnya tidak mau bertanggung jawab, dan hal ini jelas-jelas pasti akan membuat saya malu. Akhirnya, dengan ke'egoisan saya, saya menyuruh anak saya agar menggugurkan kandungannya! . Anak saya membantah, dia mengancam akan kabur dari rumah, saya tidak mau hal itu terjadi, maka sayalah yang mengalah.
9 bulan kemudian ............
Anak itu akan lahir, saya sudah menantikan hari ini, entah kenapa saya merasa bahagia akan mendapatkan seorang cucu, walaupun dari seorang menantu yang tak bertanggung jawab. Saya berada di kamar pasien milik anak saya.
" Ibu, aku takut ! " Errica mengeluh.
" Sudahlah, dulu Ibu juga pernah mengalami hal sepertimu, tapi dulu Ibu ditemani ayahmu ! " Saya tidak sengaja mengungkit masalalu,
" sudahlah Bu!, aku tahu sekarang aku sendiri, tapi jangan diungkit-ungkit lagi bisa ga' sih! " Errica mengeluh.
"Iya-iya, Ibu minta maaf, Ibu yang salah!"
"Aduh bu, perut Rica sakit bu, kayaknya udah mau keluar! "
"DOKTER ........... DOKTER ............, anak saya sudah mau melahirkan! " Saya berteriak-teriak, lalu seorang dokter dan beberapa perawat datang.
"Maaf bu, Ibu dapat keluar sebentar"
"Baik dok!"
Diluar saya menunggu, dan setelah beberapa saat kemudian Dokter tadi keluar,
"Dok, bagaimana cucu saya, bagaimana juga dengan anak saya?" saya langung menghadang Dokter dengan berbagai pertanyaan.
"Bu, anak Ibu baik-baik saja dan dia sekarang sedang tertidur karna lelah, tapi ada sesuatu yang terjadi dengan cucu Ibu, cucu Ibu memiliki kaki yang tidak sama panjang, kaki kanannya lebih pendek." Dokter menjelaskan
"APA?, lalu apa yang bisa dilakukan?, apakah cucu saya akan seumur hidup begitu? "
Hmm ............., saya tidak dapat berbuat apa-apa, mungkin memang seumur hidup, cucu anda akan terus begitu"
"HAH?" saya tercengang mendengarkan pebjelasan dokter
" ya sudah dok, Terimakasih .............. "
Saya berjalan gonatai, hati saya penuh pikiran, saya pusing, bingung dan tak tahu harus bagaimana lagi. Saya menangis, hati saya galau dan banyak pikiran-pikiran untuk berbuat buruk, sampai akhirnya saya putuskan hal buruk itu akan saya lakukan.
Beberapa hari kemudian ..............
Errica dan anaknya sudah diperbolehkan untuk pulang, Errica memberikan nama Very pada anaknya. Dia tidak terlihat sedih sama sekali atas kecacatan anaknya walaupun dia kecewa saat mendengar kabar buruk tentang anaknya, saya jadi ragu untuk melakukan kejahatan yang akan saya lakukan. Tapi, apabila tidak saya lakukan, hal itu pasti akan membuat saya malu didepan teman-teman saya yang sesama Ibu-ibu. Maka, saya harus cepat bertindak untuk melakukannya.
Sampai pada suatu malam, datang sebuah kesempatan untuk saya, agar dapat melakukan rencana jahat saya. Malam itu Saya diberi kepercayaan dari Errica untuk menjaga anaknya, karena Errica harus pergi keluar kota karena tugas kuliahnya. Malam ini, saya melakukannya. Saya membawa anak itu dengan hati bimbang, walaupun hati kecil saya mengatakan jangan tetapi saya tidak mau malu karena kecacatan cucu saya. Saya membawa anak saya kesebuah panti asuhan *********** (maaf nama disamarkan), saya juga kasihan bila cucu saya itu saya buang, maka beginilah cara saya.
Setelah itu, saya kembali pulang, dan dijalan saya berteriak-teriak
"TOLONG-TOLONG, CUCU SAYA DICULIK ! " Saya manipu.
Warga datang berkerumun, dan mereka mencari bersama-sama, tapi sudah pasti tidak akan ditemukan. Sampai akhirnya semua warga menyerah, dan kembali kerumah masing-masing.
"Besok pencarian dilanjutkan, tapi apabila besok juga belum ditemukan maka kita akhiri pencarian ini, Ibu Deby harus ikhlas merelakan cucunya! " Kata salah seorang dari mereka.
Setelah itu mereka pergi meninggalkan saya. Keesokan harinya, pencarian dilanjutkan dan memang tidak ditemukan. Lalu diputuskanlah bahwa pencarian dihentikkan!. Beberapa hari kemudian, Errica pulang, dia langsung kaget setelah mendengar kabar buruk tentang anaknya. Dia sangat tertekan, sayapun menjadi kasihan olehnya. Tapi apa yang bisa saya lakukan, saya sudah terlanjur melakukannya.
" Ibu!, kenapa Ibu tak menjaganya dengan benar!" Errica memarahi saya.
" Maafkan Ibu Errica, saat itu Ibu sedang lengah, Ibu juga tidak menyangka hal ini akan terjadi. "
"Errica akan melaporkan tindakan ini ke kantor polisi!, pencurinya akan kutuntut, SIAPAPUN ORANGNYA! "
Saya menjadi takut mendengar kata-kata Errica tadi. Namun apa yang dilakukan Errica tidak berhasil, polisipun tidak dapat menemukannya. Akhirnya Errica menyerah, lalu saya membujuk dia agar mencari kembali pasangan hidup, agar dia tidak hidup sendiri terus-menerus seperti ini. Saya menemukan pasangan hidup yang cocok untuknya, seorang pengusaha kaya raya yang masih perjaka. Walaupun usianya sudah terlalu tua, tapi saya tetap tertarik karena kekayaannya! (Whuih, matre gile, bukan Q lho, klo Q mah ga gitu!). Namun anak saya menolak kemauan saya, dia tidak ingin menikah dengan seseorang yang lebih pantas menjadi ayahnya, tapi saya tetap memaksanya. Sampai suatu ketika, saya jatuh sakit. Saya terkena kanker dan saat itu saya dan Errica tidak mempunyai biaya untuk pengobatan saya. Akhirnya Errica mau menikah dengan orang yang saya pilihkan, agar dia dapat merawat dan mengobati saya, akhirnya saya dioperasi pencabuttan kanker dan saya sembuh (sebenernya ne ga ada dikisahnya, tapi yah mau gimana lagi, khan Q ga tau kisahnya kenapa Errica mau nikah ma tuh orang!).
Setelah saya sembuh dari penyakit saya, sikap Errica jadi berubah, dia menjadi lebih dekat dengan suaminya, dan dia memutuskan unutk pisah dengan saya, saya memang diberi sebuah rumah dan biaya keperluan sehari-hari sudah ditanggung oleh suaminya. Tapi, saya sudah pasti ingin delalu bersamanya. Sampai pada akhirnya semakin jauh, dan akhirnya dia tidak memberikan kabar sediktpun tentangnya kepada saya.
Akhirnya saya mendatangi rumahnya. Dan ternyata rumah itu sudah kosong, saya menghubungi handphonenya tapi tidak aktif. Saya menjadi khawatir dan akhirnya saya melaporkan hal ini kepada tim "Termehek-mehek Trans TV". Setelah mendaftar, beberapa hari kemudian tim ini menghubungi saya. Akhirnya saya bertemu dengan "Tim Termehek-mehek Trans TV", tapi saya tidak menceritakan semuanya dengan benar, saya tidak mau saya privacy saya diberitahukan ke semua penonton se-Indonesia. Jadi, saya berbohong. (jangan ditiru yach adek-adek!)
Saya dan Tim mencari Errica, sampai akhirnya satu-persatu rahasia besar saya terbongkar.(Maaf nieh, kaga' bisa Q ksih tau sjlas-jelasx, cz Q jga aga'-aga' lupa). Mulai dari saya membuang cucu saya, saya menjual anak saya sendiri kepada pengusaha kaya, juga penyakit saya yang hanya pura-pura.(Kanker yang tadi itu lho!), Akhirnya saya dimarahi oleh Mandala(Host Termehek-mehek, masa ga' tauch!). Bahkan hampir saja pencarian akan dihentikkan, saya meminta maaf. Akhirnya pencarian dilanjutkan kembali.
Lalu, saya menemukan sebuah alamat, yaitu alamat anak saya dan suaminya, yang ada di Jl.*****************(Hehe ...... nmax disamarkan.). Kami bernagkat menuju kesana. Ketika sampai, rumah itu terlihat sepi, sepertinya Errica sedang keluar dan kami memutuskan untuk menunggu. Lalu datanglah sebuah mobil, dan tiba-tiba.
"NGAPAIN IBU DATENG KESINI!, AKU UDAH GA' NGANGGEP IBU SEBAGAI IBUKU!" Errica marah melihat Ibunya berada dirumahnya.
"Errica, maafkan Ibu nak!, Ibu menyesal melakukan semua ini, Ibu akan memberitahukan semuanya kepadamu nak!, tolong maafkan Ibu!" Saya memohon-mohon.
"HALAH ............., ERRICA UDAH TAU BU!, ANAK ERRICA ADA DI PANTI ASUHAN KAN!, DAN ITU IBU YANG MELAKUKANNYA!, Udahlah lebih baik Ibu PERGI!!!"
Lalu Mandala mencoba untuk membujuk Errica,
"Tapi Errica, tolong dengarkan dulu apa yang ingin Ibumu katakan"
"Udahlah mas, ga usah bela-belain Ibu saya, sekarang mas udah taukan apa yang udah Ibu saya lakukan, Menurut mas yang salah siapa?"
"Tapi anakku, ini semua demi kebaikkan kamu!" Saya menyela pembicaraannya.
Suami ank saya datang, saya berharap dia akan membantu saya untuk membujuk Errica, tapi ............
"Bu!, tolong jangan paksa Errica, sebaiknya Ibu pergi, cepat pergi, PERGI!!!"
Kami akhirnya menyerah, dan saya sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan suami anak saya, dan pencarian ini berakhir. Saya menyesal, menyesal, sungguh menyesal. Diluar gerbang pintu rumah itu saya berteriak.
"ERRICAAAAAAAAAAAAAAAAAAA .................................. "
Label:
penyesalan
Permisi .........
mau nulis lagi nieh .............
baca yah ..............
Semoga suka sama ceritanya ............
Salamnya ntar ja, ada dibawah ................
Nama saya Deby (cuma cerita, nama asliku tetep Rizki), saya adalah seorang Ibu yang memiliki satu anak, dan suami saya telah tidak dengan saya, kami bercerai 3 tahun yang lalu. Dan semenjak perceraian itu, hidup saya berubah, diawali dari hal ini.
Pagi itu rumah saya sudah ramai, saya dan suami saya bertengkar. Kami memang sudah biasa bertengkar, keluarga kami tidak pernah tenang. Setiap hari selalu saja ada masalah. Mungkin, memang dari awal, saat saya menikah dengan suami saya, tidak ada rasa cinta dihati, yah . Karena kami dijodohkan oleh masing - masing orang tua. Saya tidak dapat mengelak akan kemauan orang tua saya, orang tua saya mempunyai hutang dengan orang tua suami saya, tapi karena orang tua saya tidak dapat membayar hutang tersebut, maka saya dijadikan ganti atas hutang dari orang tua saya.
Dan anak pertama sekaligus satu-satunya lahir, kami mendidiknya sampai suatu ketika dia dewasa. Namanya Errica, dia tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Tapi masalah dalam keluarga saya semakin tak karuan, suami saya sering pulang pagi, dia menjadi pengangguran, dan saya sekarang membuka usaha sendiri yaitu Salon, untungnya saya mendapatkan modal dari Orang Tua suami saya.
Selama hampir 20 tahun saya sanggup menghadapi perlakuan suami saya, dan sampai pada akhirnya saya bercerai. Anak saya berontak, dia tidak terima, dia sangat menyayangi Ayahnya, walaupun Ayahnya tidak punya moral (maaf agak kasar, cz hruz dramatis nieh). Dan ternyata suami sayapun setuju bila kami bercerai, karena itu kemauan ayahnya, maka anak saya tidak dapat membantah.
Tapi, setelah Saya dan Suami saya bercerai, anak saya berubah. Dia mulai nakal, dia berpacaran dengan seorang anak berandalan, dan dia tidak menggubris larangan saya. Sampai pada akhirnya dia hamil dengan pacarnya itu, dan ternyata pacarnya tidak mau bertanggung jawab, dan hal ini jelas-jelas pasti akan membuat saya malu. Akhirnya, dengan ke'egoisan saya, saya menyuruh anak saya agar menggugurkan kandungannya! . Anak saya membantah, dia mengancam akan kabur dari rumah, saya tidak mau hal itu terjadi, maka sayalah yang mengalah.
9 bulan kemudian ............
Anak itu akan lahir, saya sudah menantikan hari ini, entah kenapa saya merasa bahagia akan mendapatkan seorang cucu, walaupun dari seorang menantu yang tak bertanggung jawab. Saya berada di kamar pasien milik anak saya.
" Ibu, aku takut ! " Errica mengeluh.
" Sudahlah, dulu Ibu juga pernah mengalami hal sepertimu, tapi dulu Ibu ditemani ayahmu ! " Saya tidak sengaja mengungkit masalalu,
" sudahlah Bu!, aku tahu sekarang aku sendiri, tapi jangan diungkit-ungkit lagi bisa ga' sih! " Errica mengeluh.
"Iya-iya, Ibu minta maaf, Ibu yang salah!"
"Aduh bu, perut Rica sakit bu, kayaknya udah mau keluar! "
"DOKTER ........... DOKTER ............, anak saya sudah mau melahirkan! " Saya berteriak-teriak, lalu seorang dokter dan beberapa perawat datang.
"Maaf bu, Ibu dapat keluar sebentar"
"Baik dok!"
Diluar saya menunggu, dan setelah beberapa saat kemudian Dokter tadi keluar,
"Dok, bagaimana cucu saya, bagaimana juga dengan anak saya?" saya langung menghadang Dokter dengan berbagai pertanyaan.
"Bu, anak Ibu baik-baik saja dan dia sekarang sedang tertidur karna lelah, tapi ada sesuatu yang terjadi dengan cucu Ibu, cucu Ibu memiliki kaki yang tidak sama panjang, kaki kanannya lebih pendek." Dokter menjelaskan
"APA?, lalu apa yang bisa dilakukan?, apakah cucu saya akan seumur hidup begitu? "
Hmm ............., saya tidak dapat berbuat apa-apa, mungkin memang seumur hidup, cucu anda akan terus begitu"
"HAH?" saya tercengang mendengarkan pebjelasan dokter
" ya sudah dok, Terimakasih .............. "
Saya berjalan gonatai, hati saya penuh pikiran, saya pusing, bingung dan tak tahu harus bagaimana lagi. Saya menangis, hati saya galau dan banyak pikiran-pikiran untuk berbuat buruk, sampai akhirnya saya putuskan hal buruk itu akan saya lakukan.
Beberapa hari kemudian ..............
Errica dan anaknya sudah diperbolehkan untuk pulang, Errica memberikan nama Very pada anaknya. Dia tidak terlihat sedih sama sekali atas kecacatan anaknya walaupun dia kecewa saat mendengar kabar buruk tentang anaknya, saya jadi ragu untuk melakukan kejahatan yang akan saya lakukan. Tapi, apabila tidak saya lakukan, hal itu pasti akan membuat saya malu didepan teman-teman saya yang sesama Ibu-ibu. Maka, saya harus cepat bertindak untuk melakukannya.
Sampai pada suatu malam, datang sebuah kesempatan untuk saya, agar dapat melakukan rencana jahat saya. Malam itu Saya diberi kepercayaan dari Errica untuk menjaga anaknya, karena Errica harus pergi keluar kota karena tugas kuliahnya. Malam ini, saya melakukannya. Saya membawa anak itu dengan hati bimbang, walaupun hati kecil saya mengatakan jangan tetapi saya tidak mau malu karena kecacatan cucu saya. Saya membawa anak saya kesebuah panti asuhan *********** (maaf nama disamarkan), saya juga kasihan bila cucu saya itu saya buang, maka beginilah cara saya.
Setelah itu, saya kembali pulang, dan dijalan saya berteriak-teriak
"TOLONG-TOLONG, CUCU SAYA DICULIK ! " Saya manipu.
Warga datang berkerumun, dan mereka mencari bersama-sama, tapi sudah pasti tidak akan ditemukan. Sampai akhirnya semua warga menyerah, dan kembali kerumah masing-masing.
"Besok pencarian dilanjutkan, tapi apabila besok juga belum ditemukan maka kita akhiri pencarian ini, Ibu Deby harus ikhlas merelakan cucunya! " Kata salah seorang dari mereka.
Setelah itu mereka pergi meninggalkan saya. Keesokan harinya, pencarian dilanjutkan dan memang tidak ditemukan. Lalu diputuskanlah bahwa pencarian dihentikkan!. Beberapa hari kemudian, Errica pulang, dia langsung kaget setelah mendengar kabar buruk tentang anaknya. Dia sangat tertekan, sayapun menjadi kasihan olehnya. Tapi apa yang bisa saya lakukan, saya sudah terlanjur melakukannya.
" Ibu!, kenapa Ibu tak menjaganya dengan benar!" Errica memarahi saya.
" Maafkan Ibu Errica, saat itu Ibu sedang lengah, Ibu juga tidak menyangka hal ini akan terjadi. "
"Errica akan melaporkan tindakan ini ke kantor polisi!, pencurinya akan kutuntut, SIAPAPUN ORANGNYA! "
Saya menjadi takut mendengar kata-kata Errica tadi. Namun apa yang dilakukan Errica tidak berhasil, polisipun tidak dapat menemukannya. Akhirnya Errica menyerah, lalu saya membujuk dia agar mencari kembali pasangan hidup, agar dia tidak hidup sendiri terus-menerus seperti ini. Saya menemukan pasangan hidup yang cocok untuknya, seorang pengusaha kaya raya yang masih perjaka. Walaupun usianya sudah terlalu tua, tapi saya tetap tertarik karena kekayaannya! (Whuih, matre gile, bukan Q lho, klo Q mah ga gitu!). Namun anak saya menolak kemauan saya, dia tidak ingin menikah dengan seseorang yang lebih pantas menjadi ayahnya, tapi saya tetap memaksanya. Sampai suatu ketika, saya jatuh sakit. Saya terkena kanker dan saat itu saya dan Errica tidak mempunyai biaya untuk pengobatan saya. Akhirnya Errica mau menikah dengan orang yang saya pilihkan, agar dia dapat merawat dan mengobati saya, akhirnya saya dioperasi pencabuttan kanker dan saya sembuh (sebenernya ne ga ada dikisahnya, tapi yah mau gimana lagi, khan Q ga tau kisahnya kenapa Errica mau nikah ma tuh orang!).
Setelah saya sembuh dari penyakit saya, sikap Errica jadi berubah, dia menjadi lebih dekat dengan suaminya, dan dia memutuskan unutk pisah dengan saya, saya memang diberi sebuah rumah dan biaya keperluan sehari-hari sudah ditanggung oleh suaminya. Tapi, saya sudah pasti ingin delalu bersamanya. Sampai pada akhirnya semakin jauh, dan akhirnya dia tidak memberikan kabar sediktpun tentangnya kepada saya.
Akhirnya saya mendatangi rumahnya. Dan ternyata rumah itu sudah kosong, saya menghubungi handphonenya tapi tidak aktif. Saya menjadi khawatir dan akhirnya saya melaporkan hal ini kepada tim "Termehek-mehek Trans TV". Setelah mendaftar, beberapa hari kemudian tim ini menghubungi saya. Akhirnya saya bertemu dengan "Tim Termehek-mehek Trans TV", tapi saya tidak menceritakan semuanya dengan benar, saya tidak mau saya privacy saya diberitahukan ke semua penonton se-Indonesia. Jadi, saya berbohong. (jangan ditiru yach adek-adek!)
Saya dan Tim mencari Errica, sampai akhirnya satu-persatu rahasia besar saya terbongkar.(Maaf nieh, kaga' bisa Q ksih tau sjlas-jelasx, cz Q jga aga'-aga' lupa). Mulai dari saya membuang cucu saya, saya menjual anak saya sendiri kepada pengusaha kaya, juga penyakit saya yang hanya pura-pura.(Kanker yang tadi itu lho!), Akhirnya saya dimarahi oleh Mandala(Host Termehek-mehek, masa ga' tauch!). Bahkan hampir saja pencarian akan dihentikkan, saya meminta maaf. Akhirnya pencarian dilanjutkan kembali.
Lalu, saya menemukan sebuah alamat, yaitu alamat anak saya dan suaminya, yang ada di Jl.*****************(Hehe ...... nmax disamarkan.). Kami bernagkat menuju kesana. Ketika sampai, rumah itu terlihat sepi, sepertinya Errica sedang keluar dan kami memutuskan untuk menunggu. Lalu datanglah sebuah mobil, dan tiba-tiba.
"NGAPAIN IBU DATENG KESINI!, AKU UDAH GA' NGANGGEP IBU SEBAGAI IBUKU!" Errica marah melihat Ibunya berada dirumahnya.
"Errica, maafkan Ibu nak!, Ibu menyesal melakukan semua ini, Ibu akan memberitahukan semuanya kepadamu nak!, tolong maafkan Ibu!" Saya memohon-mohon.
"HALAH ............., ERRICA UDAH TAU BU!, ANAK ERRICA ADA DI PANTI ASUHAN KAN!, DAN ITU IBU YANG MELAKUKANNYA!, Udahlah lebih baik Ibu PERGI!!!"
Lalu Mandala mencoba untuk membujuk Errica,
"Tapi Errica, tolong dengarkan dulu apa yang ingin Ibumu katakan"
"Udahlah mas, ga usah bela-belain Ibu saya, sekarang mas udah taukan apa yang udah Ibu saya lakukan, Menurut mas yang salah siapa?"
"Tapi anakku, ini semua demi kebaikkan kamu!" Saya menyela pembicaraannya.
Suami ank saya datang, saya berharap dia akan membantu saya untuk membujuk Errica, tapi ............
"Bu!, tolong jangan paksa Errica, sebaiknya Ibu pergi, cepat pergi, PERGI!!!"
Kami akhirnya menyerah, dan saya sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan suami anak saya, dan pencarian ini berakhir. Saya menyesal, menyesal, sungguh menyesal. Diluar gerbang pintu rumah itu saya berteriak.
"ERRICAAAAAAAAAAAAAAAAAAA .................................. "
~selesai~
True Story off Ibu Deby
(Termehek-mehek 7 Juni 2009)
(Termehek-mehek 7 Juni 2009)
Akhirnya selesai juga ceritanya, sekarang waktunya salam-salam.
Emm ................, maaf yach salamnya diterakhirin, salamnya buat
- Kak Eldi
- Semua yang ada di SMPN 11 Surabaya
- Juga semua pembaca setia blog ini!
Pokonya thanks banget yach!
Emm ................, maaf yach salamnya diterakhirin, salamnya buat
- Kak Eldi
- Semua yang ada di SMPN 11 Surabaya
- Juga semua pembaca setia blog ini!
Pokonya thanks banget yach!


0 komentar:
Posting Komentar